Cuma sebuah kisah... dari realita kehidupan seorang
muslimah..
kisah seseorang yang bisa kita ambil pelajaran dan hikmah
darinya..
Terkadang hati tidak pernah menipu..
hati itu tidak pernah membantu apabila mulut menikarinya..
hati itu jujur.. itulah yang mampu aku katakan..
namun bukan itu yang menjadi alasan bagi seorang hamba
seperti kita,
perasaan kita berbeda2.. "tidak ada yang sama..
jadi tak ada orang yang akan mampu untuk memahami perasaan
orang lain"..
kita mungkin tidak mampu membaca perasaan dan fikiran orang
lain,
tapi kita mampu menerka dari berbagai sudut.. dari tingkah
lakunya, dari bahasanya..
dan dari apa saja yang menunjukkan emosi yang akhirnya mampu
difahami oleh org lain..
Kembali kepada cerita yang pertama..
adakalanya kita merasa gembira dengan apa yang telah kita
lakukan..
walau ia menyakiti hati orang lain.. kita rasa kita
sempurna..
dan terus menghina kekurangan- kekurangan orang lain..
Wahai hamba Allah..
kita ini adalah manusia biasa..
adakalanya kita berada pada tahap keimanan yang sangat minim
sekali..
adakalanya juga berada pada tahap iman yang berkobar2..
itu adalah lumrah seorang manusia seperti kita..
adakalanya kita merasa lemah, kita merasa kehilangan..
segalanya terasa sangat menyakitkan.. namun semua itu ada
hikmah..
cuma, adakah hati ini pernah ridho dengan semua itu??
Di jalan dakwah ini, Allah menguji.. tidak pernah henti..
dari masalah paling sepeleh yaitu masalah hati samapi
besarnya ujian.. yaitu memikirkan masalah umat semesta alam ini..
namun adakah pernah kita memikirkan itu..?
adakah kita sibuk dengan hanya memikirkan keperluan2 hati?
atau kehendak-kehendak jiwa?
atau permintaan-permintaan nafsu??
Muhasabah diri Wahai
Akhi.. Wahai Ukhti..
Terkadang di jalan dakwah ini, kita temui permata hati..
terpesona,
sehingga merasakan jika dia ada, semangat untuk terus berada
di dalam berdakwah ini akan berkobar2..
mungkin kalian tersilap.. tanyalah dirimu kembali..
Dakwah mu untuk siapa??
untuk wanita atau lelaki yang kamu cintai?
untuk keluarga atau sahabat yang kamu sayangi??
ataupun..
untuk ibadah kepada Allah dan Rasul??
tanyalah kembali dirimu,..
bukanlah dakwah ini sebagai jalan bagi kalian untuk mencari
pasangan yang baik..
jika itu, maka perbaikilah niatmu...
Ikhwah wa Akhwat itu juga manusia biasa.. mereka bukan
malaikat..
adakalanya mereka tersungkur bersama2 di lembah hati yang
dirasakan saling melengkapi dalam melaksanakan tugas2 dakwah.. tetapi bukan
begitu caranya..
Syaitan itu ada di mana2.. ia berada bersama kita disaat
kata2 semangat bersulam keperhatinan dari seorang Ikhwan kepada seorang
Akhwat..
begitu juga sebaliknya.. maka jalan2 kekhufuran itu terbuka
tanpa terlihat oleh pandangan mata..
nauzubillah...
Duhai akhi.. wa ukhti fillah..
ingin diri ini berpesan.. kepada hati ini yang paling
dekat..
dan pada hati Jihad kalian..
sesungguhnya, dakwah itu memerlukan kesucian yang terjaga..
tidak ada sedikit pun di atas jalan dakwah itu Virus-virus
yang tidak seharusnya ada..
Bersabarlah..
Allah lebih tahu kelelahanmu..
Allah lebih tahu perjuanganmu di jalan ini..
mungkin kalian merasakan terlalu banyak yang hilang dari
yang ada..
sesungguhnya, itu cuma dunia..
namun, akhirat sedang menunggumu jika dirimu ridho akan
kehilangan segala kesenangan dunia itu..
Buat akhwat..
Santunmu dan malumu adalah akhlak pakaian diri,
peliharalah ia..
jagalah ia.. bersama hatimu yang sering bergetar itu..
kerana yang baik buatmu.. adalah yang tidak memandangmu karena
kesopanan dan keindahan wajahmu..
tetapi yang sentiasa memandang mu dengan pandangan dakwah
untuk umat ini...
Lupakan masa lalu..
biarkan ia menjadi kenangan terindah di atas sebuah
pelajaran buat dirimu..
jika ia ingin bersahabat dengan mu.. jangan kau dengar lagi
janji-janjinya..
karena janji itu selalu bertaburan ketika sepi mengerumuni
hati..
Akhwat fillah,
Istimewahkan dirimu dengan ketaatanmu kepada Allah
kembalilah koreksi hati dan bertanya..
"Dakwahmu Untuk Siapa??"..