Jumat, 01 Juni 2012

Cintailah Cintaku

“Cinta itu sama seperti orang yg
sedang menunggu bus
ketika sebuah bus datang, dan
kita bilang,
“Wah..terlalu penuh, sumpek, Huffft!
aku tunggu bus berikutnya aja
dech.”
Kemudian, bus berikutnya tiba.
kita melihatnya dan berkata,
“Aduh busnya kurang asik nich, nggak bagus lagi.. nggak mau
ah..”
Bus selanjutnya datang, cool dan
kita berminat,
tapi seakan-akan dia tidak
melihatmu dan pergi.
Bus keempat berhenti di depan
kita.
Bus itu kosong, cukup bagus, tapi
kita bilang,
“Nggak ada AC nich, bisa
kepanasan dech aku”. maka kita membiarkan bus
keempat itu pergi.

Waktu pun terus berlalu,
kita mulai sadar bahwa kita
bisa terlambat pergi ke tempat
yang ingin kita tuju.
Ketika Bus kelima datang,
kita sudah tak sabar,
kita langsung melompat masuk
ke dalamnya.
Setelah beberapa
lama, kita akhirnya sadar kalau kita salah menaiki Bus.
Bus tersebut jurusannya bukan
yang kita tuju!
Dan kita baru sadar telah
menyiakan waktu sekian
lama.”

“Sahabat….
Kadang seseorang menunggu
orang yang ‘ideal’
untuk menjadi kekasih dalam
hidupnya.
Padahal tidak ada orang yang sempurna dalam hidup ini.
Dan kita pun sekali-kali tidak
akan pernah bisa menjadi
sempurna
Tidak ada salahnya
memiliki
‘persyaratan’ untuk ‘calon’,
tapi tidak ada salahnya juga
memberi kesempatan kepada
yang berhenti di depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang
sama seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak
cocok, apa boleh buat.
tapi kita masih bisa berteriak
‘Kiri’ ! dan keluar dengan
sopan.
Maka memberi kesempatan pada
yang berhenti di depan kita,
semuanya bergantung pada
keputusan kita.
Daripada kita harus jalan kaki
sendiri menuju tempat tujuan,
dalam arti menjalani hidup ini
tanpa kehadiran orang yang
dikasihi.

Sahabat… kalau kebetulan kita
menemukan Bus yang kosong, kita sukai dan bisa kita percayai,
dan tentunya sejurusan dengan
tujuan kita,
kita dapat berusaha sebisa mungkin
untuk menghentikan Bus tersebut di
depan kita, agar dia dapat memberi
kesempatan kepada kita untuk masuk ke dalamnya.
Karena menemukan yang seperti itu
adalah suatu berkah yang
sangat berharga dan sangat berarti,
bagi kita sendiri, dan bagi dia.
Lalu bus seperti apa yang kita tunggu? ”

“Terakhir….
Belajarlah mencintai apa adanya
seperti langit yang menerima
awan
Terbang melayang diangkasa

Belajarlah mencintai apa adanya
bagai sungai yang mengijinkan
air mengalir mengikuti lekuk
tubuhnya menuju hilir,

Belajarlah mencintai apa adanya
laksana bumi senantiasa setia
menanti hangat mentari dipagi hari Belajarlah mencintai apa adanya
melebihi sekedar kata yg terucap
yakinlah, tiada penyesalan
untuk mencintai
karena alam akan seimbang jika manusia hidup saling mengasihi…"
Maka...
Cintailah Cintaku dengan Cintamu.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYxtb9uNEUkl4gqqQioDx6CzgPP8avrQ7hOWoq3aZzl7JpCbZoG2Oakq8DGPV-hdp76eGCAjPjAL93m4Uoq4xN92l5_Mxd4bnVXqZmIGBSO5jfkQzLpM6ucv07sM_rQp03p_nmPTLr-6Q/s1600/rosenandres.gif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar